Tweets by @atikahndey Atikah windy : April 2013 Tweets by @atikahndey Tweets by @atikahndey

Terimakasih untuk yang pernah merasakan cinta dan yang pernah terluka, ini semua untuk kalian.

Sabtu, 27 April 2013

kita tak lagi sama

malam ini, semua tampak lebih kosong. aku lebih banyak melakukan apapun itu sendiri, melatih kemandirian. mungkin kamu akan terkejut melihat perubahanku melihat semuanya berbeda.kamu pasti akan menggeleng kepala lebih lama dari biasanya.semua berubah, tanpa persetujuan kita, mengalir begitu saja.
Pada akhirnya, kita bertemu padatitik jenuh seolah hari yang dulu kita lewati berlalu begitu saja, dengan mudahnya seperti gelembung yang mudah pecah. metafora sibuk berbicara lebih banyak sementara aku dilarang bermimpi lebih tinggi lagi, lebih dalam. jika dulu kita begitu manis mengapa sekarang tampak sangat miris? mungkin hanya peresepsiku saja yang berlebihan, mengingat kita yang semakin berjarak. sampai aku muak mencari-cari yang kurasa tlah hilang; kamu.
Aku sudah berusaha untuk melakukan semuanya tanpamu dan berhasil, semuanya berjalan dengan baik. diluar dugaanku, disetiap malam-malam seperti ini aku merasa sosokmu yang dulu, hampa. sikapmu asing untuk kukenali. betapapun ketidak pekaanmu aku masih tetap menyelipkan namamu pada setiap kalimat doaku yang kupanjatkan kepada Tuhan. seringkali kamu memasuki rongga ingatku, berkeliaran. otakku masih ingin menjadikanmu topik utama.
aneh memang jika aku merasa kamu tlah hilang padahal kamu masih terus berdiri ditepi ingatanku, menyakitkan memang ketika perhatianku lagi dan terus kau abaikan.terlalu rumit jika aku mengenang cerita kita yang sempat menenggelamkan kita dijurang kebahagiaan.
baginilah kita sekarang. . . seringkali tak bersapa, tidak peduli, kita bernafas namun tidak menghembuskan nama yangb sama.
dengarkan aku, inilah kita. yang ternyata terlalu takut dengan kata perpisahan.nyaliku terlalu kecil untuk memintamu kembali, seperti dulu. seiring itu kamu terlalu egois atau sulit mendeskripsikan rasamu sendiri. entahlah!
kalau ada waktu, sering-sering cerita tentang Derent Lintang dan Bintang yang dulu sempat hidup bersama kita didalam ambisi.sudah sebesar apa mereka? sudah sepintar apa mereka?siapa yang merawat mereka seiring ayah dan bundanya tak lagi sama?
aku punya kejutan untukmu, aku sudah bisa tidur tanpa dengar suaramu. bagaimana denganmu?adakah yang ingin kau tunjukan paaku? selain kenyataan kalau kita sudah berbeda.

Jumat, 12 April 2013

Sesak

Diatas bau rumput basah bekas hujan semalam
kunikmati kau dalam adammu,dalam caramu
dalam riuh rendah suara hatimu kudengar semua
dibatas kesedihanku, aku memutuskan untuk berhenti
lalu kamu bukannya diam
tapi malah berlari kesana kemari
menyelidik labiran hatiku
kamu mencuri, mencuri yang tak seharusnya kamu curi
kamu pencuri
adalah kamu yang datang merapat lalu menjauh
memberiku nafas lalu menyesakkannya kembali
kamu semakin menjauh
sekiranya sementara malam ketika kita berpaut dalam pelukan
aku ingin waktu berhenti lalu membiarkannya, sekali lagi
aku hanya mampu mengerang berang dalam dekap kasihmu
seperti halnya keledai bodoh
aku tak bisa tak merindukanmu
tidak bisakah kita memberi jedah pada waktu dunia?
saling berhenti ditengah jalan lalu berpelukan
karena benar, rindu ini semakin tak bisa diredam, aku remuk.
bukankah kita tahu sama tahu?
kita tak dapat bertahan tanpa ikatan
kita tak mampu menerjang jarak
yang semakin lama semakin menyebalkan
aku berharap pada peluk yang menusuk
engkau samudera luas yang membiru
sementara aku memeluk dalam relung dan ombakmu
harusnya aku sudah melupakanmu dalam deru dalam napsu
namun aku tak bisa melupakan
semua deru semua bayang semua napsu
lalu maukah kau kembali ditengah malam?
ketika seharian kita saling berpisah
selanjutnya saling berpelukan dan mengatakan semuanya baik-baik saja
dan lagi ketika rasa ini mulai tersisa gelombang
kamu harus tahu dan berusaha pergi dan melupakan
pun denganku
mengapa mencintai begitu mudah
layaknya aku mencintaimu?
mengapa dicintai begitu sulit
sama halnya kamu membalas cintaku?
sesak.

Senin, 08 April 2013

Ditengah derasnya hujan

"itu orangnya?" bisik ziara menggebu.
aku mengangguk pelan.
"udah berapa lama suka?"
"dua tahun"
"dari lo SMA ?"
"dari gue SMA sampe kuliah"
"elo emang gila banget risya"
aku menunduk. aku tidak suka dikasihani.
"naksir itu sebentar selebihnya adalah sayang"
"sayang?" gumamku pelan. aku tidak mengerti apa itu sayang, untukku itu adalah hal yang tabu.
"dia punya pacar?"
"tepat disampingnya. sudah berganti empat la;i selama dua tahun" pandanganku berubabh nanar.
"makanan favoritenya?"
"nasigoreng disebelah kampus"
"minumannya?"
"lemon tea hangat tidak terlalu asam"
"kerjaannya?"
"penulis"
"sudah berapa banyak buku yang dia tulis?"
"beberapa dan gue punya semua"
"ko gue gatau?"
"cuma gue yang tau dia"
"mobilnya?"
"banyak."
"rumahnya?"
"daerah kalibata"
"pendidikan terakhir?"
"sarjana hukum"
"kok kerjaannya penulis?"
"mengikuti kata hati"
"pernah mengobrol?"
"tidak sama sekali"
"hanya berani menatap?"
"ya. hanya berani menatap dan tidak mengucap"
ziara menutup mulut. menggelengkan kepalanya.
                                                                          ***
kamar kesya. pukul 16.00

"sya?"
"apa?"
"masih belum berani menyapa pangeranmu itu?"
aku diam.
"sampai kapan kamu memendam sya?"
"sampai Tuhan mengizinkan"
"tidak menyesal?"
"untuk apa?"
aku lihat ziara yang hanya menatapku lirih. Aku tau, betapa khawatirnya ziara terhadap perasaanku.ziara memang sahabat sejatiku, aku sedih itu airmatanya. begitu kata ziara.  aku memang merasakan tekanan batin akhir-akhir ini. Gerry! nama lelaki yang duatahun ini mengusik fokusku.memberantakan khayalku.
"lo harus ajak dia ngobrol"
"maksudmu kenalan?"
"itu lo tau sya, gue kira lo cuma tau anatomi manusia" usik ziara usil.
"lo perlu seseorang sya"
"gue butuh"
"nah itu lo pinter. gue kira lo hanya tau kebutuhan dasar manusia"
aku mengerutkan alis.
                                                                   ***
Kampus. 13.00

aku berjalan menuju taman. aku senang menghabiskan waktuku dibawah pohon rindang.selain itu, ini memang tampat aku dan ziara berbagi. hempasan angin menggelitik pori-poriku. aku membiarkan mataku menjelajahi kesana-kemari. tapi, aku lihat langit semakin gelap. awan hitam mulai menampakan wajahnya, dan benar... hujan mulai turun. buliran itu kini terlihat.
hujan begitu cepat derasnya, hingga tak memberi aku peluang untuk berlari mencari tempat teduh. untung pohon ini bisa menjadi payung sementara.
plak plak...!! suara sepatu suara melangkah semakin dekat semakin jelas. lelaki berpostur tinggi, hidung yang mancung dan kulit yang putih.
hap!! aku berhasil menebak siapa dia. siapa yang berlari pelan menuju kearahku, maksudku pohon rindang ini. dia sekarang sibuk mengusir tetasan airhujan yang tertinggal dibajunya. dia terus sibuk sampai tidak peduli aku memperhatikannya.
brug!! buku berukuran sedang jatuh tepat dihadapanku. reflek, aku mengambilnya dengan sigap. memberikan buku itu kepada lelaki yang sedari tadi belum juga menghentikan kesibukannya.
"terimakasih"
singkat tapi bermakna. suara yang asing. suara pertamanya yang berhasil menyelidik labiran kosong hatiku, aku tersenyum.
"mahasiswi universitas indonesia?
"FIB"
dia mengulurkan tangan.
"gerry. anak fakultas...." gerry belum selesai aku menyerobot.
"fakukltas huku. gerry wicaksono. kelahiran 21 april 1987. anak pertama dan dua bersaudara. alamat daerah kalibata. makanan favorite nasigoreng disebelah kampus,minuman lemon tea hangat tidak terlalu asam,kerjaan penulis. sejak lama aku mengegumimu ger"
suaraku bergesekan dengan derasnya airhujan. aku gemetar, tidak percaya aku melakukan hal sebodoh itu. gerry menatapku dalam, kini aku semakin terpaku dibuatnya. dia mengusik arah tujuanku, yang semula mengenalnya berubah menjadi ingin memilikinya. untuk berapa lama aku dan dia diam, hanya saling menatap. suasana semakin mencekam. kosa kataku terkunci. sampai hujan berhenti. aku kebingungan. aku kehabisan cara untuk menujukan. aku kehabisan ide untuk mengungkapkan. untuk beberapa lama...

"gerry???"
suara wanita yang tak asing untukku. alena. kekasih gerry sejak 5bulan lalu. gerry cepat membalas lambaian wanita cantik itu, sebelum bergegas ia menyempatkan bola matanya melirik kearahku. semakin jauh semakin lama punggung kokohnya tak terlihat lagi. jelas aku melihat, gerry membiarkan aku menggigil karena dinginnya sikap dia. dia berlalu seolah tidak ada yang aku utarakan. dia tidak peduli, sama sekali tidak.peristiwa itu hanya kehangatan ditengah derasnya hujan.
pipiku basah.

Jumat, 05 April 2013

kembali, kesakitanku

 untuk sahabat yang sudah menemukan sahabat barunya,
dan untuk kamu. seseorang yang berubah sikapnya.

Hallo sahabatku. bagaimana kabarmu kini?sedang musim perasaan apa yang kau rasakan? dinginkah? kemaraukah? maaf aku tidak terlalu hafal tentangmu sekarang. aku terlalu sibuk mencari bahagiakutanpa peduli penderitaanmu.
sedang apa kawan lamaku? sibukkah dengan keyped handphonemu? asikkah bercerita dengan teman barumu? atau sedang menatap serius layar notebookmu? ah sungguh aku merindukan semua yang kau lakukan. maaf kini aku memang tidak bisa lagi menjadi kawan setiamu.
aku tidak bisa lagi merepotkanmu saat kita jalan.minta dituntun saat kita menyebrang. minta disuapin saat kamu makan. hem... atau kamu yang tidak bisa lagi memarahiku karena kecerobohanku? atau aku yang menggerutu kesal karena kelabilanmu? sungguh, aku merindukan semua yang kita lakukan.
Bagaimana dengan sahabat barumu?aku tau, betapa serunya dia bisa masuk dalam hidupmu, berbagi cerita denganmu, memperhatikanmu atau malah sikapnya sama seperti aku? selalu merepotkanmu? hehe betapapun banyak yang membuat kita tidak klik, aku tetap merindukan semuanya.
boleh aku bercerita sedikit? aku sedang sedih. aku sedang butuh pundakmu. aku mengejar bahagia dan ternyata itu bahagia semua. aku menyesal! menyakitimu dengan mengambil kebahagiaanmu, aku mengecewakanmu dengan keputusanku untuk menjalin hubungan dengan dia (mantan kekasihmu).sekarang, aku yang kecewa, aku dikecewakannya! dia tidak sebaik yang kuduga, aku tidak melihat sosoknya seperti halnya dia bersamamu. Kamu bahagiakan? kalau benar, aku senang. kamu bisa tertawa diatas kesedihanku sama halnya seperti yang aku lakukan padamu. dan kamu tau? ternyata dia masih mencintaimu, sama seperti dulu. tidak berkurang sedikitpun, dia masih menyayangimu dan berharap kamu mengetahuinya. seiring dengan itu, aku sengaja menulisnya disini. aku ingin kamu mengetahuinya bahwa dia masih mencintaimu. aku tau, ini bahgianya ketika aku dapat memberitahumu tentang ini. tidak aku pungkiri, aku mencintainya. sama seperti dia mencintaimu. tapi faktanya dia tidak mencintaiku mungkin tepatnya aku adalah pelampiasannya. dia tidak mengistimewakanku seperti halnya dia mengistimewakanmu, dia tidak menyayangiku seperti halnya dia menyayangimu. caranya berbeda sama seperti perasaannya. dia mencintaimu sementara tidak untukku.sudahlah, terlalu sakit jika aku mengingat tentangmu dan juga dia.nasi sudah menjadi bubur! aku terlanjur mengecewakanmu, mengkhianati persahabatan kita.sekali lagi, aku menyesal!
ohiya hallo juga lelaki berlesung pipit berparas manis, kelahiran tanggal 28desember, penikmat martabak keju, hobby bermain futsall dan sedang mengenyam  s1 pendidikan. apa kabar harimu sayang? bahgiakn pasti? bagaimana tidak, kamu berhasil menyakitiku dan melampiaskan kecewamu yang disebabkan oleh sahabatku. kamu memberikan aku harapan dan membiarkan aku menunggu harapan itu.aku sudah memaafkanmu, bahkan sejak lama. walau sebenarnya ini hakmu, hakmu untuk menyia-nyiakan siapapun itu termasuk aku. padahal kalau diingat-ingat apa kurangnya aku?aku membiarkan sahabatku tenggelam ditelan ganasnya keegoisan tapi kamu justru menenggelamkanku dijurang kehancuran.jahat! aku mencintaimu tapi kamu mencintai dia, aku mengharapkanmu tapi kamu mengharapkannya. tapi sungguh, masalah aku menmencintaimu aku tidak merasa menyesal sedikitpun.
Kembali lagi,kepada sahabat lamaku. maaf, aku tidak bermaksud untuk mengadu hal ini padamu atau membentuk kalimat 'ada maunya lo balik' tidak! bukan begitu. aku hanya ingin menyampaikan tentang ini, tentang aku yang tidak bahgia bersama mantan kekasihmu, tidak seindah bayanganmu teman.
bahagiakah teman seperjuanganku? tanpa kamu balas, hukum nalam sudah membalasnya kok. lebih parah lebihganas. titip salam ya untuk sahabat barumu yang berhasil menggantikan posisiku. salam juga untuk mantan kekasihmu yang aku tau sekarang sedang mengerutkan alisnya membaca tulisanku yang satu ini.
                                                           dari seseorang yang sedang sibuk merapihkan  serpihan hatinya.
Tweets by @atikahndey