Tweets by @atikahndey Atikah windy : Kita Tweets by @atikahndey Tweets by @atikahndey

Terimakasih untuk yang pernah merasakan cinta dan yang pernah terluka, ini semua untuk kalian.

Sabtu, 01 Juni 2013

Kita

Selamat malam, Tuan berlesung pipit. diatas tanah yang kududuki saat ini, aku sangat hafal caramu membaca setiap frasa demi frasa yang kutulis. Alismu ditekuk lalu membaca ulang setiap kalimat yang kubuat dengan gaya yang sungguh menyebalkan. itu kamu, memang sesuatu yang selalu membuat wajahku berganti topeng seenaknya. entahlah harus kusebut apa, kamu adalah......Ya kamu seseorang yang tak pernah absen namanya kusebut dalam doa. Kamu, yang selalu memberi teka-teki yang kadang aku sendiri sulit menjawabnya. Kamu seseorang yang selalu hadir dalam setiap mimpi, ilusi, dan khayal. meskipun nyata, bukan berarti aku tak membawamu masuki dalam bayang semuku, kita nyata untuk saat ini. bagaimana dengan masadepan? jadi seblum semuanya terlambat, sekarang aku senang bermain dengan permainan yang kubuat sendiri. dengan imajinasi yang ku ukir sendiri, kamu pemeran utamanya? tentu saja, kamu calon papah dari anak kita kelak.
atas alasan apapun, aku memang senang menulis apapun yang menyangkut tentangmu, aku senang menari dimasadepan denganmu walau hanya dalam mimpi yang tak kunjung nyata. sebagai wanita normal, aku mencintai sosokmu yang hangat, aku mulai suka rengkuhanmu sebelum aku jatuh lalu terhempas. aku mulai terpikat genggaman tanganmu yang hilangkan dinginnya dunia, kamu membuatku nyaman, menjadi wanita yang (mungkin) wanita kedua setelah Bunda mu.kuharap begitu, dan semoga saja.Karena sungguh, kamu adalah Pria yang kuingat setelah Ayah dan saudara lelakiku. kamu seperti cahaya, menyinari kegelapan hatiku yang semakin redup dan sempit. bahkan ketika aku kehilangan petunjuk jalan, pastinya atas kehendak Sang Semesta. setelah luka yang sekian lama menggerogotin hatiku perlahan, kamu datang lalu menyelimuti luka yang terbuka lebar dangan kasih sayang yang kutunggu. Kau buat kulupa caranya menangis, meski kadang waktu tak berpihak padaku, kamu selalu dan akan tetapi berada disampingku. Sampai embun jatuh dan mati, aku ingin kita tetap begini. Kenapa? Karena aku hanya ingin kamu. Mengerti? harus, kamu harus paham. agar aku tak memperjuangkan ini sendirian, agar aku tak mati-matian mempertahankan sedang kau tak peduli, agar aku tak menyaksikan hujan tanpa pelukanmu, agar aku tak melihat bintang tanpa genggamanmu. Aku belum siap, mengenang semuanya sendiri. Aku belum mau merapihkan serpihan hati yang baru saja rapih, aku belum bisa berdiri ditengah angin yang terus menghempaskan kesedihan, Aku belum siap merangkul bahuku sendiri, belum siap menyentuh jemariku sendiri, aku belum siap berpapasan dengan airmata, aku belum bisa tanpamu, bahkan mungkin takkan bisa dan takkan siap. Biarkan waktu mengantar kita sampai diakhir, kepada takdir yang tak kita buat sendiri, kepada semuanya yang mengindahkan kita bersama.
Aku ingin tetap didekatmu, bahkan ketika nanti bahumu tak bisa kusandari, Aku ingin terus bersamamu bahkan ketika jemarimu tak lagi kau jentikan dihelaian rambutku, aku masih akan meminta waktu menjaga kita, sampai nanti, sampai kita lupa caranya berpisah.
          dari aku, yang mengkhawatirkan keadaanmu. Selamat menikmati malam Bandung, aku menunggumu dikota kita, lekaslah pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

var linkwithin_site_id = 1858193; Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tweets by @atikahndey