Satu hari sebelum hari itu,
semua terasa begitu kosong. ketika tiba-tiba kau memutuskan untuk pergi dan mengakhiri semuanya. Dengan rasa tanpa dosa, kau meninggalkan ribuan bahkan jutaan titik yang ku bulatkan. Mungkin kamu akan rugi, menelantarkan aku dengan segala ketulusan untukmu. Mungkin kamu akan menyesal, membiarkan aku berderai airmata seperti ini. Tahukan bahwa kau tak pernah kulupa dalam doa? betapa kesakitan datang berulang kali, tapi aku tak pedulikan itu.kurasa luka bekali-kali tapi aku sembuhkan sendiri. tanpa kau tahu, perjuangan selalu kulakukan. kamu hanya mau tahu duniamu, masuk kedalam bahagiaku tanpa mampir kedalam penderitaanku.
Satu hari sebelum hari itu,
janjimu terbukti palsu
Satu hari sebelum hari itu,
ketulusanmu terbukti hanya bisu
Satu hari sebelum hari itu,
semua cerita menjadi kenangan
Satu hari sebelum hari itu,
mimpi tinggalah asa
Satu hari sebelum hari itu,
kamu kembali pergi dan aku dikecewakan (lagi)
Satu hari sebelum hari itu
dimana kebersamaan kita genap delapan bulan
kau melukai dan kita berpisah
Terimakasih.
Terimakasih untuk yang pernah merasakan cinta dan yang pernah terluka, ini semua untuk kalian.
Kamis, 12 September 2013
Seperti Hujan
Seperti hujan
kau datang dengan basah yang tak begitu dingin
menelusup masuk dalam rambut hitam legamku
yang terpudar oleh hembusan angin
kau basahi apa saja yang menurutmu
pantas kau hujani
tanah yang gersang
atau bahkan daun yang kering setelah gugur
setelah itu, seperti hujan
kau tinggali semua yang telah basah kuyup
tanpa mau tahu
yang kau siram terluka ataukah merasa perih
kau hujani apapun dihadapmu
sampai kau lupa
bahwa rintikanmu tak selalu bawa bahagia
seperti hujan
kau datang dan mengguyur seluruh
pasir dalam hatiku yang amat gersang
ada kenyamanan disana
tapi tak lama
kemudian kau berhenti lalu pergi
sekali lagi, kau seperti hujan.
kau datang dengan basah yang tak begitu dingin
menelusup masuk dalam rambut hitam legamku
yang terpudar oleh hembusan angin
kau basahi apa saja yang menurutmu
pantas kau hujani
tanah yang gersang
atau bahkan daun yang kering setelah gugur
setelah itu, seperti hujan
kau tinggali semua yang telah basah kuyup
tanpa mau tahu
yang kau siram terluka ataukah merasa perih
kau hujani apapun dihadapmu
sampai kau lupa
bahwa rintikanmu tak selalu bawa bahagia
seperti hujan
kau datang dan mengguyur seluruh
pasir dalam hatiku yang amat gersang
ada kenyamanan disana
tapi tak lama
kemudian kau berhenti lalu pergi
sekali lagi, kau seperti hujan.
Bukan Dalam Dongeng
Bukan dalam dongeng
aku temukan sinarmu dalam sadar
yang tertampar kilaumu
Bukan dalam dongeng
aku terjaga dari suntuk langit-langit
mendung yang bergemuruh dengan angin
Bukan dalam dongeng
aku mencintai setiap gerak sikapmu
dengan segala tawa magismu
Bukan dalam dongeng
ku kepakan sayap
untuk menjemput bahagiaku "kamu"
Bukan dalam dongeng
kuminta kau pulang
dan ku kejar jika kau berlari
Bukan dalam dongeng
ku rangkai kata yang tak begitu rumit
namun sukar dijelaskan
Bukan dalam dongeng
aku mencintaimu
dan menjadikanmu milikku.
aku temukan sinarmu dalam sadar
yang tertampar kilaumu
Bukan dalam dongeng
aku terjaga dari suntuk langit-langit
mendung yang bergemuruh dengan angin
Bukan dalam dongeng
aku mencintai setiap gerak sikapmu
dengan segala tawa magismu
Bukan dalam dongeng
ku kepakan sayap
untuk menjemput bahagiaku "kamu"
Bukan dalam dongeng
kuminta kau pulang
dan ku kejar jika kau berlari
Bukan dalam dongeng
ku rangkai kata yang tak begitu rumit
namun sukar dijelaskan
Bukan dalam dongeng
aku mencintaimu
dan menjadikanmu milikku.
Rabu, 11 September 2013
My life and stories
haallo Assalamualaikum, selamat malam untuk kamu yang lagi sakit, semoga cepet sembuh. untuk yang lagi sehat, semoga dalam keadaan seperti itu. untuk yang sedang mencintai atau sedang dilukai, semoga yang terbaik Allah berikan untuk kalian({})
hem ngomong-ngomong soal dilukai, apasih pertama kali yang ada dipikiran kalian tentang kata 'luka'? apa luka itu waktu kalian makan duren serius sampe bijinya dimakan juga dan karna gakonsen kalian kepleset kulit pisang dan akhirnya luka...no enggaa engga maksunya bukan luka begitu. LUKA? satu kata dalam arti yang luas. waktu kalian ditinggal pergi pacar, luka. Dikhianati temen, luka. diasingin lingkungan, luka. atau dipipisin waktu kalian main petak umpet dan ngumpet dibawa pohon pisang, gitu? *fix yang terakhir diskip*
LUKA....buat gue pribadi sesuatu yang menyakitkan, ngedengernya aja bikin jantung dag dig dug engga karuan. bohong ya kalo gue bilang gapernah ngerasain luka, iya munafik banget kalo ada yang bilang dia gapernah terluka.
oke ngomongin soal luka...untuk gue luka bukan sekedar ditinggal pacar dan nangis sampe ada niatan makan buahepaya sampe kalian pup gaberenti, bukan itu maksud gue. gue pernah ngerasa terluka beberapa kali, oke i tell...ini dia lebih spesifiknya
1. PERCERAIAN
iya luka pertama gue terjadi waktu gue umur 12 tahun pas gue masih unyu-unyu gimana gitu haha..pertamanya nih orangtua berantem hebat gitu gajelas deh gimana alurnya tiba-tiba mereka memutuskan untuk berpisah. kaya orang utan yang lagi panen pisang mendadak pisangnya dirampok sama buaya..gue ngerasain sakit yang amat sangat amat sangat amat sangat sakit! ngedeger kiamat tahun 2012 gaseberapa sama ketakutan gue waktu itu. takut kehilangan keluarga, takut kehilangan adik-adik gue, kehilangan ibu, kehilangan ayah, kehilangan kasihsayang.dan akhirnya gue baru tau gue kehilangan baju daleman gue yang dijemur sama ibu didepan rumah (yang terakhir buat lucu aja ya).setelah perpisahan orangtua gue tinggal sama ayah dan ketiga adik gue. kebetulan ibu yang emang gabisa gue ceritain disini terpaksa ninggalin gue sama adik-adik sendiri. lanjut kebeberapa tahun berikutnya, dampak dari kejadian ini terasa banget waktu gue mau masuk SMK. apalagi pas mau daftar dan ikut test, ngurus ini itu, dan gue semua yang harus ngerjain sendiri, mandiri...ayah yang notabennya seorang pegawai biasa gabisa deh libur kerja seenaknya. begitu juga sama ketiga adik gue yang waktu itu masih duduk dibangku SD, keperluan mereka gue yang ngurus semua. tapi ya alhamdulillah gue sama mereka bisa bertahan sejauh ini, sekarang gue kelas 3 SMK dan adik gue ada yang udah masuk SMP. alhamdulillah kita bisa sama-sama ngelewatin masa keterpurukan itu. walau sebenenrnya sampai detik ini pun gue sendiri masih belum bisa terima kenyataan keluarga gue yang udah gautuh lagi. kadang gue suka nangis sendiri dipojokan lemari atau bawah kasur atau malah nangis diatas pohon mangga tetangga.yaya semua kejadian pasti ada hikmahnya. setelah kejadian itu gue lebih dewasa, bisa berfikir bahwa semua ini adalah takdir yang emang udah disuratin buat gue. anyway allah gaakan ngasih cobaan diluar kemampuan umatNya.. tapi tetep aja ya, ngeliat temen seumuran gue yang kesana kesini sama nyokapnya ada rasa cemburu juga, kenapa gue gakaya mereka? tapi ya its okey..
no heaven in the sky. all will be beautiful in its time!!
2. LESS GOOD PERSON
semenjak kejadian perceraian orangtua gue waktu itu, gue sering ngurung diri, jarang begaul sama sekitar, buat gue Life has no meaning...mimpi-mimpi yang udah gue punya hancur gitu aja. gue udah gapunya harapan. bahkan gue ngerasa kalo semenjak kejadian itu, gaada lagi yang sayang sama gue, gaada yang peduli sama hidup gue, i own.. i own..dan iya emang gue cuma sendiri. yang namanya temen itu cuma dateng dan pergi, nyelonong dan pulang tanpa permisi. asin pedes pait manis asin gue telen sendiri.yaemang itu faktanya, mau gue seneng mau gue sedih semua orang gapernah mau tau...bahkan keluarga! kalian tau? dibalik topeng yang gue pake selama ini (tapi bukan peterpan..tapi buka dulu topengmu. bukan itu ya) maksudnya gue keliatan baik riang ceria dan segala macem, jauh disanaaaa lubuk hati paling dala, gue itu nyimpen seua LUKA yang tanpa orang tau dan sadari gue tertekan dengan itu semua. oke jujur emang kepribadian gue jelek, gue egois gue keras tapi manusiwsemua terbentuk krena keadaan yang engga pernah gue ingin bahkan gapernah sekalipun gue negebayanginya. tapi ya terlepas dari itu semua,
our lives are ours. others do not dependency. jadi, se-dpresi apapun gue ya tetep aja gue harus mengatasi ini sendiri. kaya misalnya lo punya buntut nah lo mau belok kiri ya lu tuntun deh tuh buntu lu biar ikut belok jangan dibiarin gitu aja.
udahdeh yaa segini dulu, cape ngetiknya hehe nanti dilanjut kok.
dan buat lo yang gapernah ngerasain apa yang gue alami, jangan cuma berfikir 'kasian' atau apalah itu yang keliatannya gue ngejijiin banget...tapi ya bersyukur aja sama hidup lo yang lebih beruntung dari hidup gue atau orang disekeliling lo yang nasibnya jauh lebih buruk dari lo.
dan buat lo yang emang kebetulan nasib kita sama, ya sabar ajaaa...Tuhan maha tahu apa yang umatNya rasain. Dia gapernah. tidur.
My life is mine. all circumstances is my problem. I could and I was able to..
hem ngomong-ngomong soal dilukai, apasih pertama kali yang ada dipikiran kalian tentang kata 'luka'? apa luka itu waktu kalian makan duren serius sampe bijinya dimakan juga dan karna gakonsen kalian kepleset kulit pisang dan akhirnya luka...no enggaa engga maksunya bukan luka begitu. LUKA? satu kata dalam arti yang luas. waktu kalian ditinggal pergi pacar, luka. Dikhianati temen, luka. diasingin lingkungan, luka. atau dipipisin waktu kalian main petak umpet dan ngumpet dibawa pohon pisang, gitu? *fix yang terakhir diskip*
LUKA....buat gue pribadi sesuatu yang menyakitkan, ngedengernya aja bikin jantung dag dig dug engga karuan. bohong ya kalo gue bilang gapernah ngerasain luka, iya munafik banget kalo ada yang bilang dia gapernah terluka.
oke ngomongin soal luka...untuk gue luka bukan sekedar ditinggal pacar dan nangis sampe ada niatan makan buahepaya sampe kalian pup gaberenti, bukan itu maksud gue. gue pernah ngerasa terluka beberapa kali, oke i tell...ini dia lebih spesifiknya
1. PERCERAIAN
iya luka pertama gue terjadi waktu gue umur 12 tahun pas gue masih unyu-unyu gimana gitu haha..pertamanya nih orangtua berantem hebat gitu gajelas deh gimana alurnya tiba-tiba mereka memutuskan untuk berpisah. kaya orang utan yang lagi panen pisang mendadak pisangnya dirampok sama buaya..gue ngerasain sakit yang amat sangat amat sangat amat sangat sakit! ngedeger kiamat tahun 2012 gaseberapa sama ketakutan gue waktu itu. takut kehilangan keluarga, takut kehilangan adik-adik gue, kehilangan ibu, kehilangan ayah, kehilangan kasihsayang.dan akhirnya gue baru tau gue kehilangan baju daleman gue yang dijemur sama ibu didepan rumah (yang terakhir buat lucu aja ya).setelah perpisahan orangtua gue tinggal sama ayah dan ketiga adik gue. kebetulan ibu yang emang gabisa gue ceritain disini terpaksa ninggalin gue sama adik-adik sendiri. lanjut kebeberapa tahun berikutnya, dampak dari kejadian ini terasa banget waktu gue mau masuk SMK. apalagi pas mau daftar dan ikut test, ngurus ini itu, dan gue semua yang harus ngerjain sendiri, mandiri...ayah yang notabennya seorang pegawai biasa gabisa deh libur kerja seenaknya. begitu juga sama ketiga adik gue yang waktu itu masih duduk dibangku SD, keperluan mereka gue yang ngurus semua. tapi ya alhamdulillah gue sama mereka bisa bertahan sejauh ini, sekarang gue kelas 3 SMK dan adik gue ada yang udah masuk SMP. alhamdulillah kita bisa sama-sama ngelewatin masa keterpurukan itu. walau sebenenrnya sampai detik ini pun gue sendiri masih belum bisa terima kenyataan keluarga gue yang udah gautuh lagi. kadang gue suka nangis sendiri dipojokan lemari atau bawah kasur atau malah nangis diatas pohon mangga tetangga.yaya semua kejadian pasti ada hikmahnya. setelah kejadian itu gue lebih dewasa, bisa berfikir bahwa semua ini adalah takdir yang emang udah disuratin buat gue. anyway allah gaakan ngasih cobaan diluar kemampuan umatNya.. tapi tetep aja ya, ngeliat temen seumuran gue yang kesana kesini sama nyokapnya ada rasa cemburu juga, kenapa gue gakaya mereka? tapi ya its okey..
no heaven in the sky. all will be beautiful in its time!!
2. LESS GOOD PERSON
semenjak kejadian perceraian orangtua gue waktu itu, gue sering ngurung diri, jarang begaul sama sekitar, buat gue Life has no meaning...mimpi-mimpi yang udah gue punya hancur gitu aja. gue udah gapunya harapan. bahkan gue ngerasa kalo semenjak kejadian itu, gaada lagi yang sayang sama gue, gaada yang peduli sama hidup gue, i own.. i own..dan iya emang gue cuma sendiri. yang namanya temen itu cuma dateng dan pergi, nyelonong dan pulang tanpa permisi. asin pedes pait manis asin gue telen sendiri.yaemang itu faktanya, mau gue seneng mau gue sedih semua orang gapernah mau tau...bahkan keluarga! kalian tau? dibalik topeng yang gue pake selama ini (tapi bukan peterpan..tapi buka dulu topengmu. bukan itu ya) maksudnya gue keliatan baik riang ceria dan segala macem, jauh disanaaaa lubuk hati paling dala, gue itu nyimpen seua LUKA yang tanpa orang tau dan sadari gue tertekan dengan itu semua. oke jujur emang kepribadian gue jelek, gue egois gue keras tapi manusiwsemua terbentuk krena keadaan yang engga pernah gue ingin bahkan gapernah sekalipun gue negebayanginya. tapi ya terlepas dari itu semua,
our lives are ours. others do not dependency. jadi, se-dpresi apapun gue ya tetep aja gue harus mengatasi ini sendiri. kaya misalnya lo punya buntut nah lo mau belok kiri ya lu tuntun deh tuh buntu lu biar ikut belok jangan dibiarin gitu aja.
udahdeh yaa segini dulu, cape ngetiknya hehe nanti dilanjut kok.
dan buat lo yang gapernah ngerasain apa yang gue alami, jangan cuma berfikir 'kasian' atau apalah itu yang keliatannya gue ngejijiin banget...tapi ya bersyukur aja sama hidup lo yang lebih beruntung dari hidup gue atau orang disekeliling lo yang nasibnya jauh lebih buruk dari lo.
dan buat lo yang emang kebetulan nasib kita sama, ya sabar ajaaa...Tuhan maha tahu apa yang umatNya rasain. Dia gapernah. tidur.
My life is mine. all circumstances is my problem. I could and I was able to..
Merindu
Sampai mata kita bertemu
aku menyimpan rindu yang tlah lama merasuk
menyimpannya diladang rindu
ilalang lebat meninggi tak beraturan
memapas habis pasir yang gersang
tak ada dipandangan,
adakah disana panas kau rasakan?
disini, aku kegerahan
berkeringat kenangan lampau
ah kamu, kekasih paling jauh
pulang dan potong habislah
ilalang yang menyebalkan itu
datang dan kembalilah
lalu sirami pasir yang gersang bersamaku
segeralah tanam wewangian dijiwaku
segera ambil dedaunan kering disitu
kumenunggu, kumerindu,
pulanglah....
aku menyimpan rindu yang tlah lama merasuk
menyimpannya diladang rindu
ilalang lebat meninggi tak beraturan
memapas habis pasir yang gersang
tak ada dipandangan,
adakah disana panas kau rasakan?
disini, aku kegerahan
berkeringat kenangan lampau
ah kamu, kekasih paling jauh
pulang dan potong habislah
ilalang yang menyebalkan itu
datang dan kembalilah
lalu sirami pasir yang gersang bersamaku
segeralah tanam wewangian dijiwaku
segera ambil dedaunan kering disitu
kumenunggu, kumerindu,
pulanglah....
Langganan:
Komentar (Atom)