Sampai mata kita bertemu
aku menyimpan rindu yang tlah lama merasuk
menyimpannya diladang rindu
ilalang lebat meninggi tak beraturan
memapas habis pasir yang gersang
tak ada dipandangan,
adakah disana panas kau rasakan?
disini, aku kegerahan
berkeringat kenangan lampau
ah kamu, kekasih paling jauh
pulang dan potong habislah
ilalang yang menyebalkan itu
datang dan kembalilah
lalu sirami pasir yang gersang bersamaku
segeralah tanam wewangian dijiwaku
segera ambil dedaunan kering disitu
kumenunggu, kumerindu,
pulanglah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar