Seperti hujan
kau datang dengan basah yang tak begitu dingin
menelusup masuk dalam rambut hitam legamku
yang terpudar oleh hembusan angin
kau basahi apa saja yang menurutmu
pantas kau hujani
tanah yang gersang
atau bahkan daun yang kering setelah gugur
setelah itu, seperti hujan
kau tinggali semua yang telah basah kuyup
tanpa mau tahu
yang kau siram terluka ataukah merasa perih
kau hujani apapun dihadapmu
sampai kau lupa
bahwa rintikanmu tak selalu bawa bahagia
seperti hujan
kau datang dan mengguyur seluruh
pasir dalam hatiku yang amat gersang
ada kenyamanan disana
tapi tak lama
kemudian kau berhenti lalu pergi
sekali lagi, kau seperti hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar