Tweets by @atikahndey Atikah windy : Maret 2013 Tweets by @atikahndey Tweets by @atikahndey

Terimakasih untuk yang pernah merasakan cinta dan yang pernah terluka, ini semua untuk kalian.

Minggu, 24 Maret 2013

Seperti kemarin, aku ingin dia bahagia

 Untuk kamu yang tak pernah tau rasanya sakit

Selamat malam Tigabintang.
Aku tak tau harus memanggilmu dengan sebutan apalagi, menurutku kamu begitu indah bahkan lebih.aku berjanji, akan menemuimu secepatnya bintang, menggenggam salah satu segi dari bentukmu. ah aku benar-benar ingin betemu denganmu.
Masih seperti tahun kemarin bintang, aku kehilangan seseorang dibulan ini. aku kehilang untuk kesekian kalinya, dimana satu bulan lagi adalah hari bahagiaku.
kini, aku belum mau berganti topik Bintang,masih tentang dia.. Seseorang yang sering aku perbincangkan sangat lama denganmu, seseorang yang selalu aku sebut pada kalimat doaku.
Aku sudah tahu, perpisahan yang Tuhan ciptakan adalah yang terbaik untukku dan Tuhan telah mempersiapkan jauh lebih baik darinya. tapi, bukan berarti aku harus absen menyebut namanya didalam bait doaku bukan?
Nah,kalau yang ini aku sudah tahu. Tentang jenuhnya dia bersamaku, mungkin karena ada yang baru.  dia sudah menemukan penggantiku, entah siapa dan bagaimana. atas alasan apapun, aku harus turut bahagia dengan semuanya. karena ia tak perlu merayakan kesedihannya, seperti yang aku lakukan beberapa hari terakhir ini. seiring mendapatkan penggantiku, ia tak perlu merasa galau atau kehilangan. sungguh, aku tak pernah ingin dia merasakan sakit seperti apa yang kurasakan saat ini. Tuhan, aku tak pernah tega melihat kecintaanku terluka seperti luka yang belum juga kering didadaku. aku ingin kebahagiaan menyertainya, dengan atau tanpa aku.
Bintang, kali ini tolong jangan tersenyum usil, aku pasti menangis. dadaku sesak ketika kudapati semua berlalu begitu cepat. apalagi ketika dia berkata jenuh dengan nada rendah dan datar. aku tak habis pikir, padahal aku sedang merasakan bahagia yang meletup-letup kecil pada setiap aliran darahku.dia berganti-gati peran sesukanya sementara aku belum cukup cerdas mambaca topeng pada wajahnya.
Aku percaya sekarang dia sudah menemukan cinta sejatinya, seperti yang ia katakan dulu padaku 'aku menemukan cinta sejatiku. yaitu kamu' meski pada akhirnya aku hanya tempat persinggahan saja.
Masih sama seperti kemarin, jaga kebahagiannya, terangi sudut gelap pada hatinya. bahkan aku rela menangis demi melihat lubang kecil pada pipinya. Aku ingin melakukan apapun untuknya, tanpa melupakan sedikitpun rasa cintaku pada Tuhan. tapi, dalam jarak sejauh ini, aku memang tak dapat menyentuh lembut jemarinya, walau sebenarnya aku memeluknya dalam doa.
pernah terlintas dibenakku, untuk menderita amnesia. lalu dapat melupakan segala tentangnya, agar aku lupa rasanya sakit dan kehilangan seperti saat ini. aku tak perlu menangisi kejamnya perpisahan. sepertinya, hidup tidak akan terlalu rumit kalu saja manusia mudah melupakan rasa sakit dan hanya mengingat rasa bahagia. namun aku mengerti, hidup adalah pilihan dan suratan.
Aku memang tak perlu meratap, karena sepertinya ia sudah bahagia dengan keputusannya. dengan pilihannya. kini aku telah menghancurkan tembok yang seolah menjadi skat hidupnya  yang menghilangkan gerak tubuhnya. aku sudah melepas ikatan yang sempat menjerat kuat kakinya,aku sudah melepaskan dia, seutuhnya. tampa luka dihatinya, sedikitpun tidak. dia bisa mencari dunia sesuai keinginannya, dia bisa menghilangkan rasa jenuhnya lalu bahagia dengan dunia barunya.aku turut senang, jika semua itu benar. kembali keawal, aku tidak mau ia merasakan sakitnya perpisahan, seperti yang aku rasakan.
Akhir pengungkapan,  aku tidak minta agar dia cepat putus dengan kekasih barunya atau hubungan mereka kandas ditengah jalan. Tidak banyak bintang, sampaikan pada Tuhan. aku hanya minta vertigo akutnya disembuhkan, agar tekanan darahnya tak melemahkan dirinya. stabilkan kekebalan tubuhnya agar saat angin malam menghembus kencang dihadapnya ia dapat memeluk tubuhnya sendiri. semoga penggantiku mengerti betul penyakitnya.
kembali keawal ; aku hanya ingin dia bahagia. cukup

Sabtu, 16 Maret 2013

Masa lalu kita dan Masadepannya

 Masalalu  kita dan Masadepannya

 

 Semalam senyumku mengembang. Membaca pesan singkat yang selalu membuat handphoneku bergetar hebat. entah apa kata jam dinding yang sedari tadi menjadi saksi bisu tersipunya aku.
Kamu kembali seperti dulu.
Tengah malam, aku yang selalu tak bisa tidur dengan cepat hanya sibuk mengutak-ngatik keypad handphone saja, sesekali membenarkan posisi tidurku dan memeluk boneka lucu pemberianmu. Aku ingat sekali, betapa hari itu kamu sangat memanjakanku. menggenggam erat tanganku merangkul lembut pundakku berjalan diriyuhnya mall ketika itu sambil sesekali kita tertawa dengan lepas karena leluconmu yang menggelitik. Hobbyku membacda didukung penuh olehmu, beberapa novel kau berikan untukku dan saat itu kamu membelikanku sebuah boneka besar. Aku tidak tahu bagaimana jadi kamu, rela memberi segalanya untukku. termasuk hatimu.Aku sangat bahagia terlebih semalam pesan singkatmu seperti mempersembahkan aku kemasa yang akan datang.kamu berjanji tidak akan meninggalkanku apalagi menyakitiku, kamu coba meraba-raba masadepan dengan membicarakan tentang buah hati.  "anak yang pertama lelaki dan kedua perempuan tetapi kembar" Ada semilir angin yang menyentuh lembut kulitku."Bagaimana kalau yang lelaki Derent? " Aku mengindahkan bagiku pilihanmu adalah pilihanku. lalu berlanjut dengan "Lintang dan Bintang?" kamu membalasnya dengan tentu saja.Sungguh, aku semakin yakin menjalankan hubungan ini denganmu. Tak sabar menunggu saatnya tiba, melihat canda Derent Lintang dan Bintang. menunggu kamu, calon Papah dari mereka. Ah benar-benar dunia khayal kita sangat nyata bagiku.
Aku mengetik keyped handphoneku dengan rona merah jambu "derent sebagai dokter Lintang dan Bintang sebagai bidan" Aku menunggu jawabanmu. kali ini ternyata kita tak sependapat "derent pengusaha lapangan futsall" perselisihan pendapat yang membuatku senang. aneh! aku membalasnya dengan "terserah papahnya saja" 
Aku mengutip setiap kata-kataku untuknya, aku tidak mau merusak malam itu malam yang begitu romantis. sejujurnya aku merindukan saat-saat seperti itu karena kamu sudah jauh berbeda, sikapmu dingin tapi entah mengapa malam ini sosokmu yang kukenal dulu kembali pulang.
Sayang, seandaikan kamu ada disampingku malam ini. Aku akan mengajakmu memeluk khayalan itu? Aku akan mengajakmu memeluk derent lintang dan bintang juga kota impian kita. Aku akan mengajakmu bercengkrama dengan kenangan.Mengindahkan setiap detik yang berubah menjadi menit, lalu menit manjadi jam. menikmatinya dengan mesra lalu menitipkan masadepan kita pada doa. Aku akan belajar menjadi wanita kuat seperti MAMAHmu , memperhatikanmu seperti MAMAHmu, mempedulikanmu layaknya MAMAHmu. Aku akan belajar sabar menghadapi hujatan sikapmu, berusaha meredam amarahmu, aku akan mengadahkan bahuku untukmu. sebisa mungkin!!
Ohyaa apa kabar dengan masa lalumu? Sahabat yang katanya aku lukai. padahal kita tak memulai hubungan ini saat kamu bersamanya? Kita tidak melakukan penghinaan terhadapnya? Tapi mengapa ceritanya seolah aku merobek urat nadinya? Ceritakan pada mereka sayang, tentang pertemuan kita yang di takdirkan. tentang aku yang menyentuhmu dengan lembut bukan seperti mereka yang mengatakan aku merebut kebahagiaannya. Yakinkan mereka sayang, yakinkan mereka tentang bahagianya kita bersama. tentang mimpi yang telah kita ukir berdua. kita tidak pamer kemesraan seperti pasangan bodoh lainnya? kita juga tidak membuat video asusila seperti pasangan yang menghinakan dirinya sendiri? kita juga tidak mengganggu waktu dan hidup mereka? lalu apa salahnya kita? dimana letaknya hina dari kebersamaan kita?apa salahnya kita sayang? jawab! jelaskan padaku!
Aku mencintaimu tulus, dari terbiasanya kita bersama.kamu mantan kekasih sahabatku tapi bukankah cinta tak mengenal waktu dan pada siapa ia tertuju? Aku mencintaimu dengan menunggu, menanti takdir menyatukan kita, menunggu waktu memberi peluangnya. salahkah? kalau begitu takdir yang menjadi terdakwa, Tapi tidak, tunggu dulu. kurasa takdir tak salah.takdir memang sudah suratan yang Kuasa, Tuhan maha tahu sayang tentang apa yang terbaik untuk umatrnya. jadi utnuk apa mereka berbicara seakan kita melanggar norma? dari rentetan bisikin tajam yang sudah hbiasa menyakiti telinga kita, aku ingin sekali memaki mereka yang merengek agar aku dan kamu tidak menjadi kita. BODOH! Aku benci waktu yang mengutamakan sahabatku dengan kau dan membiarkan takdir menomor duakan aku bersamamu. tapi kita mampu bertahan sayang. selama ini, selama duabulan sembilanhari. Aku semakin mencintaimu karena mereka yang melantangkan suaranya untuk menjauhi kita. Aku semakin mencintaimu karena mereka yang mencemooh hubungan kita. Aku semakin kuat sayang mempertahankan ini semua, kuharap kau begitu. jangan mundur sayang, jangan biarkan aku berjuang sendirian, jangan biarkan kemauan mereka menjadi kenyataan. jangan bawa lari bahagiaku ketika aku mampu merasakan itu.
Sudahlan aku tidak mau lebih panjang lagi membahas masa lalu kita yang menyakitkan itu yang miris membuat kita jauh.Aku sudah bahagia karena kamu mengisi mozaik dihariku lalu mengaplikasikan mimpi kita sebisamu. aku bahagia mengahabiskan waktuku bersamamu, aku terbiasa mengabaikan yang lain dan mengutamakn apapun tentangmu.Biarkanlah kita titip masa depan kepada takdir menunggu derent lintang dan bintang  mewarnai bahtera cinta kita.

Senin, 11 Maret 2013

Ternyata !!!


Ternyata !!


"Terkadang cinta sejati tidak saling memiliki, cukup dengan saling mencintai saja. untuk beberapa kalangan."
Aku terpana mendengar penjelasannya.

"Tapi apa gunanya cinta kalau tidak memiliki?"

"cinta itu ketulusan. cinta itu keikhlasan. cinta itu memberi tanpa minta dibalas"

"cinta bertepuk sebelah tangan maksudmu?"

"tidak. cinta tak harus memiliki"

"apa kamu pernah merasakan itu?"

Gibran membenarkan posisi duduknya lalu menghela nafas dalam-dalam.
"setiap insan pasti pernah"

Aku raih daguku dengan kedua tanganku dan memperhatikan garis wajahnya. benarkah ? "cinta tak harus memiliki" ??

                                                                 ***

Camer coffe. Pukul 15.25

Aku memesan susu cokelat favoriteku. Selagi menunggu gibran aku melihat-lihat perpustakaan dikafe ini. memang, kafe yang dilengkapi dengan perpustakaan ini menjadi tempat yang digemari oleh remaja bandung.

"hey?"
terdengar suara itu dengan lantang. suara yang tidak asing untukku. suara Gibran wijaya. Aku menoleh memasang wajah dengan hiasan bibir manyun khasku.

"lama banget?"

"aku ada janji bertemu dosen tadi"

Aku coba mengerti dengan memberikan senyuman manis pada gibran. Gibran memnggil pramusaji memesan lemon tea kesukaannya. "kasih gula jangan terlalu asam" Yaa gibran selalu menambahkan pesanannya dengan kalimat itu.Aku sudah hafal kebiasaannya, aku sudah biasa tentang semua yang tidak biasa padanya. Aku dan gibran adalah tetanggaan sekaligus gibran adalah anak om farid, teman bisnis papah.

"Apa kamu masih mencintai wanita itu?"
Aku membuka perbincangan

"maksudmu yang kemarin aku ceritakan?"

"memang ada yang lain?" Aku mengerutkan alis tipisku tapi masih terlihat indah karena lengkungan manis pada alisku. Gibran yang sedang aku selidiki hanya senyum tidak jelas.

"Tentu tidak, aku masih mencintai dia dan hanya mencintanya"

"kenapa tidak kau utarakan?"

"sudah kubilang Alina. cinta tak harus memiliki"

"aku tidak bilang kamu untuk bersamanya, aku hanya bilang kamu mengungkapkannya"

"jika sudah mengungkapkan pasti ada keinginan untuk sebuah jawaban. mana ada ikan dikasih tulang tidak meminta dagingnya? lagipula aku takut akhirnya akan menjadi jauh jika kejujuran diungkapkan"

Aku terhenyak. kalimatnya sangat mengubur nyaliku. Aku juga mencintai tanpa berani mengungkapkan.

                                                                         ***

Aku berjalan santai menuju kantin kampus. aku membiarkan mataku berbelok kesana-kesini. mencoba menjelajahi sekitar gedung kampus sambil mencari Anita, sahabat karibku sejak SMA. sampai dikantin aku belum juga melihat batang hidungnya. aku memesan minum lalu mencari tempat duduk kosong.

"Anita? Gibran ?" hatiku melontarkan pertanyaan semu. pertanyaan yang hanya dimengerti olehku saja.Ada desir aneh yang mengalir didadaku, ada rasa khawatir akan kehilanganyang entah dari mana itu dihasilkan. seolah ada angin kencang menembus pori-poriku, melumpuhkan sel darahku.
aku cepat membalikan badan, pandangan kupalingkan.

2jam kemudian

Ponselku berbunyi. pesan singkat dari Anita.

dimana alina?

entah setan apa yang merasuki pikiranku hingga tak ada niatan untukku membalas pesan singkatnya. seperti ada gejolak amarah dinafasku.

                                                                    ***

Shine bright like a diamond 
Shine bright like a diamond 
Shine bright like a diamond 
We’re beautiful like diamonds in the sky

Ponselku berdering. tertera dilayar Gibran wijaya, aku enggan mengangkatnya tapi entah mengapa seolah jemariku memaksa memencet tombol 'jawab'

"hallo alina?"

"ada apa?"

"aku menghubungimu sejak satu minggu lalu tapi selalu saja tidak bisa"
Aku diam.

"Hallo alina ada yang salah dengan aku?"

Aku menguatkan pita suaraku untuk menyambut tanyanya.
"tidak"

"aku ingin bertemu denganmu sore ini ditempat biasa pukul 16.30"
klik. telepon dimatikan.

                                                                 ***

Camer coffe. pukul 16.40

"kamu pernah membayangkan bertemu air ditenga gurun?"
gibran mengawali dengan memndang hujan lewat jendela kafe.

"hujan?"

"beda iklim alina"

"kalau begitu tidak. mustahil"
aku menyeruput susu cokelatku

:aku bertemu cahaya dalam gelap alina"

"maksudmu?"

"aku mendapat air ditengah gurun. mendapat cahaya ditengan gulita. aku bertemu sosok yang sedang aku butuhkan"

"anita?"

gibran menoleh cepat kehadapanku. aku membuang muka.

"anita? maksudmu?"

"bertahun-tahun kita sahabatan aku tidak pernah lupa bercerita tentang apapun itu. Aku melihatmu dikantin waktu itu, beersama anita"
Aku mencoba untuk tetap tenang.

"anita baik dia catik juga smart. tapi tidak cukup mengalahkan posisi wanita yang aku cintai sejak dulu"

"kamu tidak ada apa-apa dengan anita?"

"dia hanya adik kelasku yang meminta saran untuk tugasnya"

seperti ada yang bahagia dalam amarahku.aku seperti ingin tersenyum lega mendengarkannya. Ah perasaan apa ini ??

"aku mencinta wanita itu, sangat"

"siapa dia?"
aku menyelidik.

"yang istimewa"
lagi lagi ada desirin aneh didadaku.

"apa kamu tau bahagianya dari cinta yang tak memiliki?"

"membiarkannya bahagian tanpa terusik oleh perasaan kita"

"menyakitkan"

"lebih dari itu. kita kita membiarkannya tersenyum sedang kita bukan alasannya. membiarkannya bahagia dan kita bukan sebabnya"

"lalu untuk apa kau bertahan?"

"ketulusan"

Aku terdiam. benar sekali kata gibran. mencinta memang tak harus memiliki.
"kita kita membiarkannya tersenyum sedang kita bukan alasannya. membiarkannya bahagia dan kita bukan sebabnya"
aku mencinta gibran dan tidak memilikinya.

"ada yang harus dikorbankan dari bahagia"

"apa?"

"perasaan"

"aku tidak suka itu"

"aku terpaksa harus menyukainya. aku mengorbankan perasaanku untuk kebahgiaanya."

"aku lelah berteka-teki dengan kalimat bijakmu gibran"

"Aku mencintai kakakmu alina, yaitu alma"

Jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. mataku enggang terpejam. kukira anita sahabat karibku yang akan merenggut cinta sejatiku tetapi ternyata . . . orang yang sangat amat dekat denganku !!
memang cinta sejati tak harus memiliki.
 cinta itu ketulusan. cinta itu keikhlasan. cinta itu memberi tanpa minta dibalas
 membiarkannya tersenyum sedang kita bukan alasannya. membiarkannya bahagia dan kita bukan sebabnya
ada yang harus dikorbankan dari bahagia, "perasaan". aku terpaksa harus menyukainya. aku mengorbankan perasaanku untuk kebahgiaanya, Gibran wijaya sahabatku dan Alma randania kakak kandungku.

Jumat, 08 Maret 2013

Cinta diam-diam

Perasaanku Perasaanmu Perasaannya

Hallo, namaku Resia inanda usiaku 19tahun anak terakhir dari dua bersaudara. Kakaku bernama Farel dinata lelaki tampan walau kadang usilnya tak tertahankan. Kini aku sedang mengenyam pendidikan S1 disalah satu universitas ternama dibandung dengan program sastra.

Selesai. Aku mengisi biodata dihalaman blog yang baru ku buat. Hobbyku menulis sejak dulu ini memang sering aku tuangkan kedalam dunia maya, bagiku menulis adalah salah satu alternatif ketika tidak ada telinga yang bersedia mendengarkan. Kini artikelu membahas Sakitnya cinta diam-diam, aaa jangan sampai menjadi kenyataan.

Aku tutup laptopku, aku lirik jam dinding yang sedari tadi mengeluarkan bunyi seolah ingin sekali aku lihat. Pukul 20.45 !! wah tidak terasa aku menghabiskan waktu yang cukup lama didepan laptop. Aku keluar kamar dan segera menuju pintu keluar untuk mencari makan malah diluar, aku sedkit bosan dengan makanan rumah.
Aku melangkah menuju cafe tempat biasa aku makan yang tidak jauh dari rumahklu.
BRUG!! Badanku terhempas didepan pintu masuk cafe.Aku terlalu asik bermain handphone hingga tak melihat apapun yang ada dihadapanku.

"kamu baik-baik saja?"
Suara lembut untuk ukuran seorang pria membuatku terkejut.
"Tidak, tidak apa-apa"
aku bergegas berdiri dengan bantuan uluran tangannya. Lelaki dengan postur tinggi kulit berwarna cokelat dan senyum manis diujung bibirnya membuat hatiku dagdigdug tidak karuan.

"maaf"
belum aku minta maaf karena telah mengganggu jalannya ia sudah mendahuluiku mengucap maaf. 
"tampan sekali, siapakah dia?" gumamku dihati.
                                                                     
                                                              ***

"gue tunggu lo ditempat biasa jam empat sore, jangan telat!!"
klik. telepon terputus.

Pukul 16.00

"lama banget sih lo?"
belum sempat aku duduk suara laki-laki yang tak kalah lembut dengan lelaki misterius kemarin melayang ditelingaku.

"sorry gue mandi dulu"

"mandi engga mandi idung lo sama aja begitu"

"sialan lo"

Candaannya yang satu ini sudah biasa kudengar. Makanan ringan semakin menghangatkan perbincanganku dengan Joshua.aku memang sering menghabiskan waktuku bersamanya disini. Lelaki terdekat ku yang kusebut sahabat. Tawanya, senyumnya, suaranya adalah salah satu alasanku bahagia.
                                     
                                                                     ***

Kring.kring.kring
Kulihat jam bekerku yang setiap pagi selalu mengganggu mimpiku. 
08.30 !! TIDAK !! aku ada kelas pagi hari ini. segera aku bersiap untuk kekampus setelahnya aku keluar menuju halte yang tak jauh dari rumah. Karena mobil ka farel sedang masuk bengkel terpaksa hari ini aku naik angkutan umum menuju kampus.
10 menit kemudian bus yang kutunggu datang. aku segera menaiki tangga kecilnya dan mencari tempat duduk. Tapi . . . bus ternyata sudah sesak!! Baiklah aku akan berdiri selama perjalanan.

"duduk disini saja"
Tiba-tiba suara itu menelusup ketelingaku, suara yang tidak asing lagi ditelingaku, suara yang paling misterius, suara yang sejak lama aku cari-cari.

"terimakasih"
20menit kemudian sampai dikampus. aku turun dari bus itu walau sebenarnya kakiku berat untuk melangkah. entah apa yang membuatku betah dalam angkutan sesesak itu mungkin karna dia. Yaa dia, lelaki misterius yang telah menarik perhatianku sejak awal. ah sampai ada keinginanku untuk menaiki angkutan itu setiap kali aku menuju kampus. Oh gila sekali aku ini !!

                                                                    ***

"benerdeh suaranya tawanya senyumnya itu bener-bener indah banget. gue rasa dia alien yang menjelma malaikat"

"lo lebay"
terdengar ejekan dengan nada merendahkan.

"gue serius"

"maksud lo cinta pandangan pertama?"

"gue percaya itu sekarang"

dan suara ejekan itu terdengar lagi.

                                                                      ***

"hallo res lo dimana?"

"gue dikampus ada kelas sampe sore"

"ada yang mau gue omongin"

"kerumah aja. gue sampe jam 19.00"

"oke"

klik. telepon terputus.

Fajar tenggelam, senja mulai berbinar. Bulan yang sedari tadi menunggu kehadiran malam kini sudah tersenyum mungil jauh diatas sana.

bel berbunyi. aku membuka pintu.

"ini buat lo"
Mawar putih yang anggun dipersembahkan Joshua.
"buat gue?"
jawabku heran sambil berjalan kearah bangku ditaman rumah.

"gue suka sama lo res, sejak lama. gue udah punya arasa ini sama li. gue mencintai lo secara diam-diam"

Ada tatapan ketulusan dari matanya. tiba-tiba saja ada basah dibawah kelopak mataku.
Sahabtku mencintaiku! aku dilema!

"gue gamaksa lo jawab sekarang res"
Aku terdiam mengumpulkan kosa kata yang akan kukeluarkan. hanya ada desis jangkrik untuk beberapa menit.

"sorry jou gue gabisa. gue udah anggap lo sahabat gue gaada perasaan apapa sama lo. maaf"
aku menggenggam tangannya,Ada sirat kecewa dari bola matanya.. Kini aku melihat hujan dipipinya, lelaki yang menjadi alasanku tertawa kini sekarang sangat terlihat begitu rapuh.
              
                                                                     ***

"Maaf sahabatku aku tidak merasakan getaran yang kamu rasakan. aku belum siap menjadi semestamu. aku belum bisa manjadi detakan jantungmu. aku tidak mencintaimu"


"Maaf malaikat misterius, aku terlalu tenggelam dalam jurang perkenalan kita walau hanya lewat tatap muka saja. Selama rentan waktu ini aku tak membayangkan wajahmu aku hanya membayangkan penggalan kalimat dari setiap tutr katamu. Aku jatuh cinta karena itu"


Kamis, 07 Maret 2013

Hadiah pernikahan dari masalalu yang menyakitkan

Hadiah pernikahan dari masalalu yang menyakitkan

Aku minta maaf.
Tatapannya penuh sesal
 kini tangan menggenggam tanganku erat sekali
aku mematikan tatapan lembutnya
 aku menjadikan agar dia adalah seorang terdakwa

"aku minta maaf arinda. aku sungguh meyesal" tatapannya semakin memelas

"aku kecewa, kamu sudah menyakitiku." 
aku hempaskan tangannya dengan kasar.
aku benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan permohonannya.

"aku mencintaimu arinda"

"kamu menyakitiku"

"aku menyesal. aku minta maaf. aku berjanji tidak akan melakukannya lagi"
kini matanya mulai berkaca.

"aku bosan mendengarnya"

arya hanya terdiam mungkin sekarang ia sangat-sangat merasa bersalah telah menyakitiku
tapi aku tidak peduli. aku benar-benar muak dengan sikapnya. hatiku benar-benar sakit olehnya.

"aku ingin kamu pergi arya"

"aku mencintaimu arinda"

"tapi aku tidak"

Aku berbohong (lagi) aku bilang tidak mencintainya padahal cintaku lebih besar dari cintanya,
hatiku hanya terlalu sakit untuk jujur akan hal itu.

"aku akan pergi"

"sebaiknya begitu, yang jauh dan jangan kembali"

"iya, yang jauh dan takkan kembali"

Kini air yang sedari tadi dibendung  dimatanya mulai tumpah.
aku melangkah pergi. aku berhasil membuatnya sakit hati, aku berhasil membalas sakitku.
                                                            
                                                                  ***

Lima bulan kemudian.

Cantik.
aku tatap wajahku dicermin untuk sekedar meyakinkan hatiku sendiri bahwa aku memang cantik. Aku tersenyum.
 Dret. Dret. Dret. tiba-tiba getaran handphone mengagetkanku. Segera aku ambil dengan sigap dan langsung melihat pada layar tertera 'Tante Lidya'
Hah ? Mamah dari laki-laki yang sudah menyakitiku itu menghubungiku? Untuk apa?
Apa beliau akan melakukan hal yang sama arya lakukan kepadaku? memohon agar aku kembali bersama arya? Apa beliau memintaku untuk memaafkan puteranya itu? Atau ... ?

klik.
"hallo selamat pagi"

"selamat pagi . ada apa tante?"
 Tanyaku malas.

"Ada sesuatu yang harus kamu tau arinda tentang Arya, ada yang ingin tante perlihatkan padamu?"

DEG! sialan, lelaki itu lagi pasti. aku muak mendengar namanya.

"Tante akan kerumahmu 10menit lagi"

klik! telefon terputus.



Klakson berbunyi. pasti Tante Lidya!
Aku segera keluar rumah dan langsung menyambut beliau dengan hangat sambil mengulurkan tanganku.
wajahnya terlihat heran, mungkin karena melihat tenda biru dihalaman rumahku terlebih aku menggunakan kebaya putih seperti pengantin wanita.

"Ayo masuk mobil"
beliau menarik tanganku saat aku masih sibuk dengan bingung diotakku.

"Ada sesuatu yang harus kamu tau"
beliau memberikanku kotak berwarna cokelat yang tampak elegan.

Aku menerimanya dengan rasa bingung dan penasaran. Aku buka kotak cokelat itu dan kutemuia secarik kertas putih yang bersih.

To : Arinda rainadesti

"Seperti yang kamu ingin Arinda, aku sudah pergi meninggalkanmu.

Aku tersenyum menang. Akhirnya... aku lanjutkan membaca lagi

Maafkan aku arinda aku telah menyakiti hatimu, mengkhianati ketulusanmu, sungguh aku menyesal membiarkanmu menangis dan memilih sandi sebagai pendampingmu. Aku menyesal, membiarkanmu tertawa dan aku bukan alasannya.
Arinda mungkin saat kamu membaca surat ini mamahku wanita yang paling aku cintai sedang berada disampingmu dengan bulir air yang keluar dari matanya.

Aku bergetar. Kutatap tante lidya dan benar beliau menangis!!

Aku sudah pergi jauh arinda, aku sudah tertidur pulas diatas tanah berselimutkan melati.
Aku meninggalkan mamah hanya demi keinginanmu, aku lepaskan semua alat medis yang membantu kehidupanku selama ini.
Aku memcinmtaimu arinda. sungguh!!

                                                                                                                                Salam rindu
                                                                                                                              Arya rendilobuc


jemariku lemas. dadaku sesak. ada gerimis dipipiku.
Sungguh, matahari seperti menarik sinarnya lalu menggantinya dengan mendung.
Aku memeluk tante lidya, beliau mengeratkan pelukanku.
tangisnya tak tertahan, akupun begitu.

"Arya mengidap penyakit kanker otak sejak 8tahun lalu. dia sengaja merahasiakn ini padamu. Arya merencanakan sesuatu yang membuatmu marah padanya. ia menyewa wanita bayaran untuk berpura-pura berciuman dengannya. Baginya, lebih baik melihatmu marah dari pada melihatmu sedih.Maafkan arya arinda"

Aku tak sanggup menahan airmataku yang sejak dulu aku simpan didasar kelopak mataku.
Jadi ini, hadiah hari pernikahanku, dari masalalu yang menyakitiku dan membuat aku kecewa.

Aku memaafkanmu Arya_

Rabu, 06 Maret 2013

Untuk yang terINDAH

 Selamat ulangtahun kamu

Ketika aku sendirian Tuhan mengirimmu untukku
Tuhan tau kau penghibur piluku
memang benar, kamu adalah penghangat rasa menggigilku
kamu matahari dalam gelapku

Kamu,
rela berbagi sedih dengaku
rela menangis bersamaku
pinjamkan pundakmu untuk kesandari
untuk kelepaskan kepenatan ini

Kamu,
aku menatapmu seperti malaikat
mengenalmu dengan rasa kebahagiaan
aku bahagia bersamamu
bersama malaikat yang dikirimkan Tuhan

Kamu tau ?
langit hujan ketika kamu lahir
tapi sebenarnya itu bukan hujan , itu airmata
langit sedih, telah kehilangan malaikat kecilnya

Hari ini, Hari kelahiranmu
izinkan aku menghargaimu 
dengan memberikan seutas doa untuk hari bahagiamu

Semoga masing-masing dari impianmu itu menjadi kenyataan
Apapun rencana yang kamu buat
apapun angan yang kamu layangkan
semoga mereka sesuai dengan yang direncanakan

may your memories today be worm ones
may your dreams today be dear
may your joy last through the year
have a wonderfull brithday !!

selamat ulangtahun sahabatku ({})




Selasa, 05 Maret 2013

Happy anniversary pelindungku

Untukmu. Pelindungku!


Hai sayang,
ingat kan? saat awal kita jumpa. kamu memandangnya tulus membiarkan saya dan otak saya untuk bekerja lebih kerasa lagi. Saya memperhatikanmu, walau tidak banyak orang tau itu
Kamu tau? melihatmu rasanya seperti melihat air ditengah gurun
Damai tenang! aku melihat sosok yang gigih padamu
Sayang, sudah dua bulan kita berganti status
dari persahabatan menjadi pasangan
sudah banyak detik yang terlewati oleh kita
sudah banyak menit yang kita lampaui bersama
indah sangat membahagiakan

Sayang, ada banyak hal yang belum kita telusuri
ada banyak tempat yang belum kita jelajahi
ada banyak ruang yang belum kita tempati
aku masih ingin lebih lama denganmu
aku masih ingin tertawa bersamamu
menangis dibahu kokohmu

Sayang, sudah dua bulan kita melihat keindahan bersama
melihat TIGA BINTANG itu berdua
aku ingin lebih lama
aku ingin lebih panjang
menggenggam tanganmu

Sayang,yakinkan padaku engkau mencintaiku sampai detik ini
Katakan itu sampai nanti kita tak bersama lagi
dekap aku sayang, dekap aku dengan cintamu
sentuh aku dengan kasihmu
agar aku dapat merasakan ketulusanmu

HAPPY ANNIVERSARY TWO MONTH,
semoga ALLAH memberi kita waktu untuk lebih banyak tertawa
aku mencintaimu. sungguh!
Anjar setiyawan ({})




Puisi ulangtahun AYAH

SELAMAT ULANGTAHUN AYAH ({})



AYAH , untukmu segores kata terimakasih ini :3 atas keringat yang tak terhitung berapa tetesan
atas doa yang tak terdengar berapa kali kau panjatkan
atas kerjakeras yang tanpa lelah kau jajahkan
dari panas kamu abaikan
hujan badai bukan halangan
KAMI tak dapat memberimu sebuah kado teristimewa
dari berlian atau kulit yang sangat wah
setelahnya , kami hanya dapat memberimu sebait doa
ribuan kata terimakasih ~
KAMI SADAR ! kami belum bisa membuatmu bahagia
karna kami hanyalah manusia biasa yang tak ada apapanya dibanding ENGKAU
kami tak mampu bekerja untuk membeli kado yang mahal
kami tak mampu menahan terik yang menyengat untuk membahagiakan engkau
kami tak dapat berjalan ditengah badai untuk membuatmu senang
hanya ini ayah ,
kami hanya dapat memberi sedikit bait puisi
atas pengorbanan yang telah kau berikan
tak sedikitpun kami dapat membalas itu semua
ketahuilah ayah , ketika sudah berkurang lagi
kami disini menangis kami takut engkau pergi
pinjamkan hati mu ayah
agar kami dapat merasakan lelahnya hidupmu
agar kami9 dapat merasakan jeritan hatimu
kami tau , kau hanya menangis dalam diam
mencoba menyembunyikan apa yang kau rasa
ketahuilah ayah , sekalipun kami membangkang
sesungguhnya cinta kasih kami besar untukmu :3

SELAMAT ULANG TAHUN AYAH {}
bertambah sudah usiaMu , sabar dan tegaaaar ayah :)
semoga kami dapat memberikan yang engkau mau
Loveyou mu dad :3
Tweets by @atikahndey