Perasaanku Perasaanmu Perasaannya
Hallo, namaku Resia inanda usiaku 19tahun anak terakhir dari dua bersaudara. Kakaku bernama Farel dinata lelaki tampan walau kadang usilnya tak tertahankan. Kini aku sedang mengenyam pendidikan S1 disalah satu universitas ternama dibandung dengan program sastra.
Selesai. Aku mengisi biodata dihalaman blog yang baru ku buat. Hobbyku menulis sejak dulu ini memang sering aku tuangkan kedalam dunia maya, bagiku menulis adalah salah satu alternatif ketika tidak ada telinga yang bersedia mendengarkan. Kini artikelu membahas Sakitnya cinta diam-diam, aaa jangan sampai menjadi kenyataan.
Aku tutup laptopku, aku lirik jam dinding yang sedari tadi mengeluarkan bunyi seolah ingin sekali aku lihat. Pukul 20.45 !! wah tidak terasa aku menghabiskan waktu yang cukup lama didepan laptop. Aku keluar kamar dan segera menuju pintu keluar untuk mencari makan malah diluar, aku sedkit bosan dengan makanan rumah.
Aku melangkah menuju cafe tempat biasa aku makan yang tidak jauh dari rumahklu.
BRUG!! Badanku terhempas didepan pintu masuk cafe.Aku terlalu asik bermain handphone hingga tak melihat apapun yang ada dihadapanku.
"kamu baik-baik saja?"
Suara lembut untuk ukuran seorang pria membuatku terkejut.
"Tidak, tidak apa-apa"
aku bergegas berdiri dengan bantuan uluran tangannya. Lelaki dengan postur tinggi kulit berwarna cokelat dan senyum manis diujung bibirnya membuat hatiku dagdigdug tidak karuan.
"maaf"
belum aku minta maaf karena telah mengganggu jalannya ia sudah mendahuluiku mengucap maaf.
"tampan sekali, siapakah dia?" gumamku dihati.
***
"gue tunggu lo ditempat biasa jam empat sore, jangan telat!!"
klik. telepon terputus.
klik. telepon terputus.
Pukul 16.00
"lama banget sih lo?"
belum sempat aku duduk suara laki-laki yang tak kalah lembut dengan lelaki misterius kemarin melayang ditelingaku.
"sorry gue mandi dulu"
"mandi engga mandi idung lo sama aja begitu"
"sialan lo"
Candaannya yang satu ini sudah biasa kudengar. Makanan ringan semakin menghangatkan perbincanganku dengan Joshua.aku memang sering menghabiskan waktuku bersamanya disini. Lelaki terdekat ku yang kusebut sahabat. Tawanya, senyumnya, suaranya adalah salah satu alasanku bahagia.
***
Kring.kring.kring
Kulihat jam bekerku yang setiap pagi selalu mengganggu mimpiku.
08.30 !! TIDAK !! aku ada kelas pagi hari ini. segera aku bersiap untuk kekampus setelahnya aku keluar menuju halte yang tak jauh dari rumah. Karena mobil ka farel sedang masuk bengkel terpaksa hari ini aku naik angkutan umum menuju kampus.
10 menit kemudian bus yang kutunggu datang. aku segera menaiki tangga kecilnya dan mencari tempat duduk. Tapi . . . bus ternyata sudah sesak!! Baiklah aku akan berdiri selama perjalanan.
"duduk disini saja"
Tiba-tiba suara itu menelusup ketelingaku, suara yang tidak asing lagi ditelingaku, suara yang paling misterius, suara yang sejak lama aku cari-cari.
"terimakasih"
20menit kemudian sampai dikampus. aku turun dari bus itu walau sebenarnya kakiku berat untuk melangkah. entah apa yang membuatku betah dalam angkutan sesesak itu mungkin karna dia. Yaa dia, lelaki misterius yang telah menarik perhatianku sejak awal. ah sampai ada keinginanku untuk menaiki angkutan itu setiap kali aku menuju kampus. Oh gila sekali aku ini !!
***
"benerdeh suaranya tawanya senyumnya itu bener-bener indah banget. gue rasa dia alien yang menjelma malaikat"
"lo lebay"
terdengar ejekan dengan nada merendahkan.
"gue serius"
"maksud lo cinta pandangan pertama?"
"gue percaya itu sekarang"
dan suara ejekan itu terdengar lagi.
***
"hallo res lo dimana?"
"gue dikampus ada kelas sampe sore"
"ada yang mau gue omongin"
"kerumah aja. gue sampe jam 19.00"
"oke"
klik. telepon terputus.
Fajar tenggelam, senja mulai berbinar. Bulan yang sedari tadi menunggu kehadiran malam kini sudah tersenyum mungil jauh diatas sana.
bel berbunyi. aku membuka pintu.
"ini buat lo"
Mawar putih yang anggun dipersembahkan Joshua.
"buat gue?"
jawabku heran sambil berjalan kearah bangku ditaman rumah.
"gue suka sama lo res, sejak lama. gue udah punya arasa ini sama li. gue mencintai lo secara diam-diam"
Ada tatapan ketulusan dari matanya. tiba-tiba saja ada basah dibawah kelopak mataku.
Sahabtku mencintaiku! aku dilema!
"gue gamaksa lo jawab sekarang res"
Aku terdiam mengumpulkan kosa kata yang akan kukeluarkan. hanya ada desis jangkrik untuk beberapa menit.
"sorry jou gue gabisa. gue udah anggap lo sahabat gue gaada perasaan apapa sama lo. maaf"
aku menggenggam tangannya,Ada sirat kecewa dari bola matanya.. Kini aku melihat hujan dipipinya, lelaki yang menjadi alasanku tertawa kini sekarang sangat terlihat begitu rapuh.
***
"Maaf sahabatku aku tidak merasakan getaran yang kamu rasakan. aku belum siap menjadi semestamu. aku belum bisa manjadi detakan jantungmu. aku tidak mencintaimu"
"Maaf malaikat misterius, aku terlalu tenggelam dalam jurang perkenalan kita walau hanya lewat tatap muka saja. Selama rentan waktu ini aku tak membayangkan wajahmu aku hanya membayangkan penggalan kalimat dari setiap tutr katamu. Aku jatuh cinta karena itu"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar