Hadiah pernikahan dari masalalu yang menyakitkan
Aku minta maaf.
Tatapannya penuh sesal
kini tangan menggenggam tanganku erat sekali
aku mematikan tatapan lembutnya
aku menjadikan agar dia adalah seorang terdakwa
"aku minta maaf arinda. aku sungguh meyesal" tatapannya semakin memelas
"aku kecewa, kamu sudah menyakitiku."
aku hempaskan tangannya dengan kasar.
aku benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan permohonannya.
"aku mencintaimu arinda"
"kamu menyakitiku"
"aku menyesal. aku minta maaf. aku berjanji tidak akan melakukannya lagi"
kini matanya mulai berkaca.
"aku bosan mendengarnya"
arya hanya terdiam mungkin sekarang ia sangat-sangat merasa bersalah telah menyakitiku
tapi aku tidak peduli. aku benar-benar muak dengan sikapnya. hatiku benar-benar sakit olehnya.
"aku ingin kamu pergi arya"
"aku mencintaimu arinda"
"tapi aku tidak"
Aku berbohong (lagi) aku bilang tidak mencintainya padahal cintaku lebih besar dari cintanya,
hatiku hanya terlalu sakit untuk jujur akan hal itu.
"aku akan pergi"
"sebaiknya begitu, yang jauh dan jangan kembali"
"iya, yang jauh dan takkan kembali"
Kini air yang sedari tadi dibendung dimatanya mulai tumpah.
aku melangkah pergi. aku berhasil membuatnya sakit hati, aku berhasil membalas sakitku.
***
Lima bulan kemudian.
Cantik.
aku tatap wajahku dicermin untuk sekedar meyakinkan hatiku sendiri bahwa aku memang cantik. Aku tersenyum.
Dret. Dret. Dret. tiba-tiba getaran handphone mengagetkanku. Segera aku ambil dengan sigap dan langsung melihat pada layar tertera 'Tante Lidya'
Hah ? Mamah dari laki-laki yang sudah menyakitiku itu menghubungiku? Untuk apa?
Apa beliau akan melakukan hal yang sama arya lakukan kepadaku? memohon agar aku kembali bersama arya? Apa beliau memintaku untuk memaafkan puteranya itu? Atau ... ?
klik.
"hallo selamat pagi"
"selamat pagi . ada apa tante?"
Tanyaku malas.
"Ada sesuatu yang harus kamu tau arinda tentang Arya, ada yang ingin tante perlihatkan padamu?"
DEG! sialan, lelaki itu lagi pasti. aku muak mendengar namanya.
"Tante akan kerumahmu 10menit lagi"
klik! telefon terputus.
Klakson berbunyi. pasti Tante Lidya!
Aku segera keluar rumah dan langsung menyambut beliau dengan hangat sambil mengulurkan tanganku.
wajahnya terlihat heran, mungkin karena melihat tenda biru dihalaman rumahku terlebih aku menggunakan kebaya putih seperti pengantin wanita.
"Ayo masuk mobil"
beliau menarik tanganku saat aku masih sibuk dengan bingung diotakku.
"Ada sesuatu yang harus kamu tau"
beliau memberikanku kotak berwarna cokelat yang tampak elegan.
Aku menerimanya dengan rasa bingung dan penasaran. Aku buka kotak cokelat itu dan kutemuia secarik kertas putih yang bersih.
To : Arinda rainadesti
"Seperti yang kamu ingin Arinda, aku sudah pergi meninggalkanmu.
Aku tersenyum menang. Akhirnya... aku lanjutkan membaca lagi
Maafkan aku arinda aku telah menyakiti hatimu, mengkhianati ketulusanmu, sungguh aku menyesal membiarkanmu menangis dan memilih sandi sebagai pendampingmu. Aku menyesal, membiarkanmu tertawa dan aku bukan alasannya.
Arinda mungkin saat kamu membaca surat ini mamahku wanita yang paling aku cintai sedang berada disampingmu dengan bulir air yang keluar dari matanya.
Aku bergetar. Kutatap tante lidya dan benar beliau menangis!!
Aku sudah pergi jauh arinda, aku sudah tertidur pulas diatas tanah berselimutkan melati.
Aku meninggalkan mamah hanya demi keinginanmu, aku lepaskan semua alat medis yang membantu kehidupanku selama ini.
Aku memcinmtaimu arinda. sungguh!!
Salam rindu
Arya rendilobuc
jemariku lemas. dadaku sesak. ada gerimis dipipiku.
Sungguh, matahari seperti menarik sinarnya lalu menggantinya dengan mendung.
Aku memeluk tante lidya, beliau mengeratkan pelukanku.
tangisnya tak tertahan, akupun begitu.
"Arya mengidap penyakit kanker otak sejak 8tahun lalu. dia sengaja merahasiakn ini padamu. Arya merencanakan sesuatu yang membuatmu marah padanya. ia menyewa wanita bayaran untuk berpura-pura berciuman dengannya. Baginya, lebih baik melihatmu marah dari pada melihatmu sedih.Maafkan arya arinda"
Aku tak sanggup menahan airmataku yang sejak dulu aku simpan didasar kelopak mataku.
Jadi ini, hadiah hari pernikahanku, dari masalalu yang menyakitiku dan membuat aku kecewa.
Aku memaafkanmu Arya_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar