Masalalu kita dan Masadepannya
Semalam
senyumku mengembang. Membaca pesan singkat yang selalu membuat
handphoneku bergetar hebat. entah apa kata jam dinding yang sedari tadi
menjadi saksi bisu tersipunya aku.
Kamu kembali seperti dulu.
Tengah
malam, aku yang selalu tak bisa tidur dengan cepat hanya sibuk
mengutak-ngatik keypad handphone saja, sesekali membenarkan posisi
tidurku dan memeluk boneka lucu pemberianmu. Aku ingat sekali, betapa
hari itu kamu sangat memanjakanku. menggenggam erat tanganku merangkul
lembut pundakku berjalan diriyuhnya mall ketika itu sambil sesekali kita
tertawa dengan lepas karena leluconmu yang menggelitik. Hobbyku
membacda didukung penuh olehmu, beberapa novel kau berikan untukku dan
saat itu kamu membelikanku sebuah boneka besar. Aku tidak tahu bagaimana
jadi kamu, rela memberi segalanya untukku. termasuk hatimu.Aku sangat
bahagia terlebih semalam pesan singkatmu seperti mempersembahkan aku
kemasa yang akan datang.kamu berjanji tidak akan meninggalkanku apalagi
menyakitiku, kamu coba meraba-raba masadepan dengan membicarakan tentang buah hati.
"anak yang pertama lelaki dan kedua perempuan tetapi kembar" Ada
semilir angin yang menyentuh lembut kulitku."Bagaimana kalau yang lelaki
Derent? " Aku mengindahkan bagiku pilihanmu adalah pilihanku. lalu
berlanjut dengan "Lintang dan Bintang?" kamu membalasnya dengan tentu
saja.Sungguh, aku semakin yakin menjalankan hubungan ini denganmu. Tak
sabar menunggu saatnya tiba, melihat canda Derent Lintang dan Bintang.
menunggu kamu, calon Papah dari mereka. Ah benar-benar dunia khayal kita
sangat nyata bagiku.
Aku
mengetik keyped handphoneku dengan rona merah jambu "derent sebagai
dokter Lintang dan Bintang sebagai bidan" Aku menunggu jawabanmu. kali
ini ternyata kita tak sependapat "derent pengusaha lapangan futsall"
perselisihan pendapat yang membuatku senang. aneh! aku membalasnya
dengan "terserah papahnya saja"
Aku
mengutip setiap kata-kataku untuknya, aku tidak mau merusak malam itu
malam yang begitu romantis. sejujurnya aku merindukan saat-saat seperti
itu karena kamu sudah jauh berbeda, sikapmu dingin tapi entah mengapa
malam ini sosokmu yang kukenal dulu kembali pulang.
Sayang,
seandaikan kamu ada disampingku malam ini. Aku akan mengajakmu memeluk
khayalan itu? Aku akan mengajakmu memeluk derent lintang dan bintang
juga kota impian kita. Aku akan mengajakmu bercengkrama dengan
kenangan.Mengindahkan setiap detik yang berubah menjadi menit, lalu
menit manjadi jam. menikmatinya dengan mesra lalu menitipkan masadepan
kita pada doa. Aku akan belajar menjadi wanita kuat seperti MAMAHmu , memperhatikanmu seperti MAMAHmu, mempedulikanmu layaknya MAMAHmu.
Aku akan belajar sabar menghadapi hujatan sikapmu, berusaha meredam
amarahmu, aku akan mengadahkan bahuku untukmu. sebisa mungkin!!
Ohyaa
apa kabar dengan masa lalumu? Sahabat yang katanya aku lukai. padahal
kita tak memulai hubungan ini saat kamu bersamanya? Kita tidak melakukan
penghinaan terhadapnya? Tapi mengapa ceritanya seolah aku merobek urat
nadinya? Ceritakan pada mereka sayang, tentang pertemuan kita yang di
takdirkan. tentang aku yang menyentuhmu dengan lembut bukan seperti
mereka yang mengatakan aku merebut kebahagiaannya. Yakinkan mereka
sayang, yakinkan mereka tentang bahagianya kita bersama. tentang mimpi
yang telah kita ukir berdua. kita tidak pamer kemesraan seperti pasangan
bodoh lainnya? kita juga tidak membuat video asusila seperti pasangan
yang menghinakan dirinya sendiri? kita juga tidak mengganggu waktu dan
hidup mereka? lalu apa salahnya kita? dimana letaknya hina dari
kebersamaan kita?apa salahnya kita sayang? jawab! jelaskan padaku!
Aku mencintaimu tulus, dari terbiasanya kita bersama.kamu mantan kekasih sahabatku
tapi bukankah cinta tak mengenal waktu dan pada siapa ia tertuju? Aku
mencintaimu dengan menunggu, menanti takdir menyatukan kita, menunggu
waktu memberi peluangnya. salahkah? kalau begitu takdir yang menjadi
terdakwa, Tapi tidak, tunggu dulu. kurasa takdir tak salah.takdir memang
sudah suratan yang Kuasa, Tuhan maha tahu sayang tentang
apa yang terbaik untuk umatrnya. jadi utnuk apa mereka berbicara seakan
kita melanggar norma? dari rentetan bisikin tajam yang sudah hbiasa
menyakiti telinga kita, aku ingin sekali memaki mereka yang merengek
agar aku dan kamu tidak menjadi kita. BODOH! Aku benci waktu yang
mengutamakan sahabatku dengan kau dan membiarkan takdir menomor duakan
aku bersamamu. tapi kita mampu bertahan sayang. selama ini, selama
duabulan sembilanhari. Aku semakin mencintaimu karena mereka yang
melantangkan suaranya untuk menjauhi kita. Aku semakin mencintaimu karena
mereka yang mencemooh hubungan kita. Aku semakin kuat sayang
mempertahankan ini semua, kuharap kau begitu. jangan mundur sayang,
jangan biarkan aku berjuang sendirian, jangan biarkan kemauan mereka
menjadi kenyataan. jangan bawa lari bahagiaku ketika aku mampu merasakan itu.
Sudahlan aku tidak mau lebih panjang lagi membahas masa lalu kita
yang menyakitkan itu yang miris membuat kita jauh.Aku sudah bahagia
karena kamu mengisi mozaik dihariku lalu mengaplikasikan mimpi kita
sebisamu. aku bahagia mengahabiskan waktuku bersamamu, aku terbiasa
mengabaikan yang lain dan mengutamakn apapun tentangmu.Biarkanlah kita
titip masa depan kepada takdir menunggu derent lintang dan bintang
mewarnai bahtera cinta kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar