Tweets by @atikahndey Atikah windy : dalam dekapku Tweets by @atikahndey Tweets by @atikahndey

Terimakasih untuk yang pernah merasakan cinta dan yang pernah terluka, ini semua untuk kalian.

Jumat, 03 Mei 2013

dalam dekapku

Dia datang, selalu sama. menghangatkanku dengan pelukan. sampai bibirku kelu, sampai aku tak mampu lagi ungkapkan luka. pelukannya menjalar kesegala penjuru hatiku yang sempat beku oleh pengabaiannya. ia mengecup keningku, berkali-kali. Aku hanya diam; lagi-lagi. tentu saja, tidak ada airmata. jemarinya yang sedari tadi mengusap lembut helaian rambutku membuatku merasa aman dan terlindungi, walau untuk beberapa detik saja aku sangat bahagia.
Dimalam sedingin ini, dia semakin eratkan pelukannya. semakin membuatku lupa rasanya sakit. kita yang selalu dibuatnya lupa, terkalahkan keangkuhannya. dan sebenarnya kita yang tak pernah ada; semu. kita yang sebabkan luka namun enggan mengobatinya bersama. Aku tak mau banyak komentar ketika tawa renyahnya membuncah kesetiap ruang ditelingaku, kedekap hangat dadanya, tenggelam sangat dalam disana.
Aku mengadahkan wajah, mencoba menangkap sinar matanya: kosong, tak kutemukan sinarnya sehangat dulu. Jadi, apa yang kuharapkan dari sosok yang tak juga beri jawaban? aku tertunduk.
"ada apa?"
"ada apa? harusnya aku yang bertanya"
"ada amarah dimatamu"
"kenapa baru datang?"
dia terdiam. selalu begitu.
"salahkan jika aku bertanya kemana kau selama ini?"
"aku baru punya waktu sekarang, aku minta maaf"
"maafmu terlalu murah"
"ini yang terakhir"
"kau mengatakan itu sebulan yang lalu"
hening. selalu saja dia membisu.kini tangannya tak lagi mendekapku, aku menarik nafas perlahan.
"harusnya kau tak usah datang bila untuk pergi lebih lama lagi"
Tiba-tiba ia memelukku lebih erat lagi. menyusup masuk kefikiranku.bisa mati iseng jika aku membiarkan bayangannya mencekik lebih lama lagi. pandangan kualihkan.
"aku membutuhkanmu" tangannya menggenggam tanganku erat.
"dan aku harus tetap disampingmu saat kau butuh, bahkan ketika aku butuh tapi kamu tidak ada" suaraku mulai lirih.
"duniaku terlalu rumit"
"betapapun rumitnya, aku akan tetap berada didekatmu. kenali aku pada duniamu"
pandangannya nanar. kepalanya bersandar dipundakku. Aku ungkapkan keresahan hatiku, tak peduli ia menyimak atau hanya menganggapnya angin lalu.
untuk beberapa lama, sunyi. Belum juga ada jawaban pembelaan diri yang sering ia lakukan setiap kali aku keluhkan salahnya.
"jangan pergi"
dia diam.
"jangan pergi lagi, kumohon"
masih sama: hening.
Ku eratkan pelukku dibahunya, tangisku pecah. namun ia tertidur pulas, dalam dekapku.
Ditengah kerinduanku, Aku diabaikan lagi. Tidak lama ia akan kembali kedunianya lalu lupa untuk pulang. dan pada dentingan waktu, sampai ditepi sana, aku berdiri dan dia berlari. mematung, kusempatkan berharap dia untuk menoleh. tapi ternyata tidak; dia semakin lelap dan mimpinya semakin tinggi.
Aku sendiri, bulir airmataku semakin deras.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

var linkwithin_site_id = 1858193; Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tweets by @atikahndey