Ini bukan hal baru untukku, duduk ditemani kesepian. membaca paragraf yang disana selalu berdiri tentangmu yang sebenarnya enggan kubaca dan kudefinisikan lagi, rasanya terlalu rumitt, absurd.
ini bukan yang pertama bagiku duduk berjam-jam tanpa perhatian hangat dari pesan singkatmu, kehampaan sudah berganti-ganti wajah sejak tadi, namun aku tetap membuta mencoba tak peduli.
pastinya, kamu tidak merasakan apa yang kurasakan, kamu tak memiliki rindu yang kusimpan rapih. aku sengaja menyembunyikan rasa itu agar kita tak saling mengganggu. bukankah dengan berjauhan seperti ini,kita lebih merasa berarti? seakan-akan aku tak pernah peduli, seakan-akan aku tak pernah mau tau, tak pernah peka.kini untukku, aku dan kamu sudah cukup, tanpa kita.
kali ini aku tidak akan bercerita tentang airmata, aku tidak akan tega membebani kecintaanku dengan masalah cinta mati.
Dulu ketika aku bercerita cinta kau malah tertawa. ketika aku berkata rindu kau malah menulikan talinga. hanya cerita sederhana yang mungkin tak ingin kau dengar. kau tak suka diantar tidur dengan cerita menyakitkan bukan? baiklah bagimana kalau dari menyakitkan kualihkan menjadi: pura-pura bahagia? miris. tapi tentu saja kau tak pernah tau bahkan mungkin sifat burukmu belum juga hilang masih dalam ketika pekaan.
entah mengapa, akhir-akhir ini aku sangat merasa sepi sekali. seolah aku mendengar bisikan suaraku sendiri. namun aku heran, ditengah sunyinya malam masih saja ada cerita yang terlewatkan olehku... tentang kita.ah pasti kini kamu membuang muka. akupun sama, sebenarnya aku malas sekali mereka-reka senyummu yang dulu ini, menerjemahkan setiap rindu yang tertahankan, meraba setiap bayang semumu.diam-diam aku menyebut namamu dalam sepi menyelipkan namamu dalam doa dalam perbincangan yang cukup lama dengan Tuhan.
Dalam ketidak jelasan,aku dan kamu masih saja menjalani yang entah harus disebut apa. tapi katamu,aku terlalu berlebihan mengungkapkan perbedaan; aku dan kamu. perhatian kita sama, kita memiliki denyut dan detak yang sama, tidak berbeda.Tidak usah diambil pusing, aku sudah biasa bermain dengan kalimat yang menurutmu bodoh.semenjak kita berjarak, aku semakin sering bersentilan dengan sepi.tidak asing bagiku.
Sebentar lagi kita akan bertemu dengan tanggal 7. ingat apa yang kita lakukan empat bulan yang lalu?bukan waktu yang lama kan untuk mencoba membuka lembaran lama itu? masa dimana aku dan kamu seutuhnya menjadi kita.
seperti biasa, sama halnya dengan persahabatan yang lain. kita sering menghabiskan malam berdua, melewati malam ditemani tiga bintang yang selalu hidup dicerita kita. kamu mengatakan kejelasan, aku terkejut. kamu masih memasang wajah serius, semakin serius tatapanmu semakin dalam dan kamu berucap pelan.iya, saat itu aku dan kamu menjadi kita. indah, tapi itu masalalu "dulu" sudah kubilang diawalkan? ini cerita sederhana. jangan dibawa serius.
dan menulis diantara kertas yanng berserakan,
diantara remang-ramang kilauan sinar.
aku masih merindukanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar