Bertemu lagi, kali ini aku tidak akan membahas tentang airmata. tentang keributan kecil kita, tentang luka. Maaf jika kemarin aku sibuk menuliskan tentang sakit sebenarnya aku ingin sekali bercerita tentang kebahagiaan kita tapi aku belum rela jika banyak orang yang tau hal itu.
Aku mulai, kamu tau? aku bahagia, kamu tlah kembali seperti dulu aku seperti menemukan sosokmu yang sempat pergi.sungguh bahagia yang tak terkira.Kebahagiaan yang sempat terselimuti luka perlahan kembali terbuka.entah dimana tepatnya semua itu berubah tapi aku yakin semuanya akan kembali seperti ini.tidak ada yang tak mungkin dalam cinta bukan?iya. aku juga tau, tak mungkin matamu terlalu buta untuk melihat apa yang kuperjuangkan dan tak mungkin hatimu terlalu cacat untuk tau ada aku yang selalu mencintaimu.Jangan punya fikiran aku menyalahkanmu, hanya saja aku tidak suka perhatianmu direbut habis kesibukanmu.bukankah diawal kita sudah saling berjanji untuk selalu ada? Aku tidak bermaksud membuat semuanya menjadi rumit aku hanya ingin mendapatkan hatimu sepenuhnya dengan cara sederhana.
Sederhana? benar, seperti pertemuan kita kan?kita menjalin persahabatan selama 1tahun, persahabatan yang erat, sangat dekat.Waktu selalu kita lewati bersama, berdua, selalu begitu.dan sampai akhirnya kita bertemu dengan masalah yang mungkin saja tak pernah kau bayangkan begitu juga aku: Cinta.
Sahabat jadi cinta? entahlah apa aku berhak memberi julukan kepada cerita kita seperti itu. karena selama kita bersahabatpun rasa aneh seringkali tumbuh. terlebih ketik kamu bercerita tentang apapun itu, aku sangat merasa sangat dekat denganmu, sangat! tidak kupungkiri, kamu adalah bagian masalalu dari teman dekatku. namun dari definisi cinta yang kutau; Cinta itu buta, tak bisa melihat kepada siapa ia mendarat dan waktu yang tak bisa ditebak. bukan begitu? Jadi haruskah kita disebutnya salah? haruskah mereka menghakimi kita terus menerus?
Tuan, ingatkan malam itu? 7januari 2013 akhirnya aku dan kamu menjadi kita. setelah kita sempat berputar-putar tak karuan , memberi sinyal tanpa ucap. yang satu menunggu yang satunya pun begitu. lucu tapi indah.
waktu menyeret kita semakin jauh semakin dalam, kita terjebak situasi. tanpa peduli lagi orang-orang yang mengerutkan alisnya mengetahui kita bersama, tak peduli dengan luka yang akan datang, cerita yang akan jadi kenangan.semuanya kita lupakan! kita berjalan santai menjemput masadepan, pelan tapi pasti. Munafik kalau aku bilang kita sangat membahagiakan, tidak seperti itu. ada yang harus dan pernah kita perjuangkan; kasih sayang. ada yang harus kita lawan; jarak dan keegoisan. ada yang harus kita pertahankah; kepercayaan dan kesetiaan. terlepas dari itu, kita harus sering berbincang dengan Tuhan tentang mimpi kita. Betapapun banyak umatNya mustahil kita terlewatkan.
Oiya ada lagi, sejauh ini banyak sekali mimpi yang tlah kita ukir. salah satunya mencari nama untuk anak kita kelak, terlalu jauh memang tapi tidak ada yang melarangkan? Derent, Lintang dan Bintang. Kuharap kau tidak jenuh berulang kali aku sebut nama mereka disini. maklumlah aku sudah merasa mereka itu nyata, aku merasa dekat dengan mereka; nama anak-anak kita kelak.
Tuan, kalau boleh jujur. sebenarnya aku ingin sekali marah setiap kali kamu masih meraba-raba nama mereka; anak-anak kita kelak.Aangkasa, buni, angin, cakrawala, pelangi, mentari dan banyak lagi yang kau ceritakan padaku. nama yang unik tapi tidak sama sekali mengindahkan Derent, Lintang dan Bintang tergantika, tidak. semoga kau mengerti permintaanku yang satu ini.
Kurasa cukup, terlalu panjang jika aku menceritakan semuanya disini. akhir kata, Aku hanya titip masa depan bersamamu, tanpa dia dia dan dia; hanya kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar